:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2331148/original/010119900_1534332152-WhatsApp_Image_2018-08-15_at_18.07.22.jpeg)
Liputan6.com, Jakarta - Asian Games 2018 jadi ajang pertama di mana tim basket putri Korea Utara dan Selatan bergabung untuk bermain bersama. Ini bentuk wujud dari unifikasi yang sudah dilakukan kedua negara tersebut.
Asian Games 2018 terbukti tak hanya jadi ajang perebutan medali saja. Multievent empat tahunan yang kini dihelat di Jakarta dan Palembang itu pun jadi momen bersejarah karena Korea Selatan dan Utara sepakat untuk membentuk tim bersama dalam beberapa cabor.
Salah satu cabor yang diisi dengan tim gabungan Korea adalah basket putri. Meski bertindak sebagai tim tamu, tim Korea juga mendapatkan dukungan dari suporter. Salah satu yang hadir adalah An Chong Mi. Ia hadir bersama 21 rekan-rekannya.
"Itu sangat hebat karena bisa melihat mereka bermain bersama di Asian Games 2018 dan saya harap mereka bisa menang. Tapi saya tak bisa memastikan. Jadi kami hanya bisa berharap yang terbaik. Ini adalah simbol dari persatuan Korea dengan mereka bermain bersama," kata Chong Mi saat dihampiri Liputan6.com di Hall Basket Gelora Bung Karno (GBK), Rabu (15/8/2018).
Chong Mi sendiri adalah karyawan dari kedutaan Korea Selatan. Meski begitu, ia tetap hadir untuk memberikan dukungan langsung dengan serempak mengenakan baju putih yang bergambar lambang dari Korea (unifikasi).
https://www.liputan6.com/asian-games/read/3619904/asian-games-2018-jadi-saksi-tim-gabungan-korea-suporter-berharap-yang-terbaik
No comments:
Post a Comment