Pages

Saturday, August 18, 2018

Kemenag: PPIH Harus Sigap Layani Jemaah Saat Puncak Haji

Lalu dari aspek dapur katering, Khoirizi menduga akan mengalami kendala karena suhu yang panas di Armuzna diperkirakan mencapai 50 derajat Celcius.

Dalam mempersiapkan konsumsi untuk jemaah, menurutnya, kinerja petugas di dapur kawasan Armuzna akan mengalami kendala karena suhu yang tinggi di tenda.

"Petugas juga akan mengalami kendala saat melayani jemaah, karena ada di kawasan terbuka dan relatif panas serta bisa terkena paparan matahari secara langsung jika berada di luar tenda. Sementara, saat Armuzna terutama wukuf, jemaah memerlukan kehadiran petugas di saat-saat genting," paparnya.

Maka dari itu, dia mengimbau seluruh petugas untuk bisa mengatur dirinya agar bisa melayani jamaah secara prima. Bagi jemaah, kata Khoirizi, diimbau agar beraktivitas di dalam tenda saja untuk menghindari paparan panas matahari yang sangat menyengat.

"Penting juga untuk mengonsumsi cairan dan makanan yang cukup sehingga kesehatan dan daya tahan tubuh tetap terjaga," kata Khoirizi.

Puncak haji saat Armuzna, lanjut dia, adalah hari-hari yang membutuhkan pengorbanan dan fokus pada pekerjaan. Bagi Khoirizi, tidak mudah menggerakkan 221 ribu orang dari Mekkah ke Arafah dalam waktu sehari, termasuk melayani dan kemudian mengembalikannya ke Makkah.

Pada 8 Dzulhijah, jemaah calon haji mulai bergerak ke Arafah. Dalam perjalanan, mereka menghadapi lalu lintas padat karena jutaan jamaah haji dari negara lain juga menuju Arafah untuk berwukuf pada keesokan hari.

"Kalau tidak menggunakan manajemen dan strategi yang tepat, maka akan berantakan," tegas Khoirizi.

Let's block ads! (Why?)

https://www.liputan6.com/haji/read/3621036/kemenag-ppih-harus-sigap-layani-jemaah-saat-puncak-haji

No comments:

Post a Comment